Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ruang Lingkup Bukti Transaksi

Transaksi merupakan suatu aktivitas yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, dengan majunya teknologi tidak dipungkiri bahwa dalam melakukan transaksi lebih mudah secara tidak langsung atau online. 

Adapun yang dimaksud dengan bukti transaksi ialah sebuah bukti yang tertulis atas setiap kegiatan transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan atau sebuah bisnis. 

PENGERTIAN BUKTI TRANSAKSI 

Bukti transaksi adalah bukti yang menyatakan bahwa baru saja terjadi transaksi antara dua pihak pembeli dengan penjual atau konsumen dengan produsen yang mengakibatkan berpindahnya uang atau barang. 

ANALISIS BUKTI TRANSAKSI 

Bukti transaksi suatu perusahaan secara garis besar dibedakan menjadi dua yaitu bukti intern dan bukti ekstern. 

  • Bukti transaksi internal dapat diartikan sebagai bukti yang terjadi di setiap transaksi yang terjadi di dalam perusahaan tersebut. 
  • Bukti transaksi Ekstern adalah bukti pencatatan atas transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan pihak dari luar perusahaan.

1.  Melakukan pengidentifikasian terhadap keabsahan fisik dari bukti transaksi tersebut, sehingga dengan adanya pengidentifikasian tersebut dapat mengetahui pihak mana yang telah mengeluarkan (intern atau ekstern) serta meneliti kebenaran identitas fisik dari bukti transaksi yang bersangkutan. 

2. Melakukan pengidentifikasian transaksi yang ada dan meneliti apakah sudah sesuai prosedur yang telah ditetapkan, biasanya dengan mengecek kembali tanda tangan pihak yang terkait dalam transaksi tersebut. 

3. Menentukan kebenaran perhitungan nilai uang yaitu dengan meneliti perhitungan yang dilakukan dengan kebenaran penerapan metode yang digunakan serta peraturan perpajakan yang berlaku (jika transaksi terkait dengan metode dan peraturan perpajakan) 

JENIS BUKTI TRANSAKSI 

Berikut merupakan jenis-jenis bukti transaksi yang terdapat pada perusahaan :

  • Kuitansi
  • Cek
  • Bilyet giro
  • Faktur
  • Nota kontan
  • Nota kredit/ debet

LANGKAH PENCATATAN BUKTI TRANSAKSI 

1.    Tahap Verifikasi Bukti Transaksi

Tahap verifikasi transaksi merupakan kegiatan untuk mengetahui kebenaran dan keabsahan dari suatu dokumen serta penentuan akun dan pengaruhnya terhadap akun yang lain. 

a. Hal yang Diperhatikan dalam Verifikasi Bukti Transaksi

  • Tentukan perkiraan apa saja yang muncul akibat dari transaksi tersebut.
  • Tentukan pengaruh penambahan dan pengurangan terhadap harta, utang, modal, pendapatan, dan beban.
  • Tentukan debet/kredit dari akun yang bersangkutan.
  • Tentukan jumlah yang harus didebet atau dikredit

b. Kebenaran Bukti Transaksi

  • Pemeriksaan perkalian angka horizontal adalah perhitungan yang menunjukkan antara jumlah barang yang dibeli dengan harga barang per unitnya. 
  • Pemeriksaan perhitungan angka vertikal yaitu perhitungan angka-angka dari atas ke bawah, dengan menjumlahkannya. 

c. Keabsahan Bukti Transaksi

  • Tanggal terjadinya transaksi.
  • Jumlah uang di dalam bukti transaksi.
  • Pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi antara pembeli dan penjual harus jelas.
  • Disertai tanda tangan oleh pihak yang terkait didalam transaksi tersebut. 

d. Penentuan Akun-akun Terkait

  • Analisis apabila kita berada di posisi GSOFT INDONESIA
  • Analisis apabila posisi kita sebagai Metro Cell

2. Tahap Posting dalam Jurnal Umum

a. Pengertian Jurnal Umum

Jurnal merupakan formulir khusus dalam akuntansi yang berfungi untuk mencatat segala aktivitas transaksi secara kronologis  

sesuai urutan tanggal transaksi dan diletakkan jumlahnya pada sisi di debet ataupun di kredit sesuai data dari buku transaksinya. 

BACA JUGA :

b. Fungsi Jurnal Umum

  1. Fungsi historis
  2. Fungsi mencatat
  3. Fungsi analisis
  4. Fungsi instruktif
  5. Fungsi informatif

MANFAAT JURNAL UMUM 

1. Untuk mengetahui apakah yang akan berakibat bertambah atau berkurangnya satu atau lebih nama akun perkiraan.

2. Untuk mengetahui jumlah akun yang akan dicatat pada satu atau lebih nama perkiraan.

3. Untuk mengetahui berapa akun perkiraan yang berada pada sisi debet maupun kredit. 

4. Untuk mengetahui berapa perkiraan yang timbul pada sisi debet atau sisi kredit harus balance atau seimbang. 

5. Untuk referensi dalam melakukan postingan ke perkiraan yang sesuai agar didalam buku besar nantinya sesuai dengan nomor perkiraannya.